Saya senang belajar setiap waktu dari pelajaran kehidupan. Pada saat debat calon presiden tanggal 15 Juni 2014 yang lalu, saya tidak bisa menontonnya atas izin Allah. Tidak mengapa, sebenarnya, nanti saya debat sendiri saja, hahaha. Kalem. Alhamdulillah. Saya waktu itu baru saja mendarat di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dari Medan.
Saya mau mulai cerita. Saat di pesawat saya satu baris dengan orang yang sangat baik, ramah. Dia bapak-bapak. Kami mengobrol ngalor-ngidul bebas lepas seperti kawan lama. Saat turun, kami kemudian berpisah, sebelum berpisah, bapak tersebut bertanya kepada saya, “Maaf Pak! Kalau boleh tahu siapa nama Bapak?” Subhanallah! Bumi Allah emang luas banget yak!
Saya waktu itu mikir-nya kami bisa mengobrol kesana-kemari karena bapak itu sudah kenal saya. Saya sudah geer aja. Ternyata karena beliau memang sudah sifatnya saja ramah dan baik. Nyatanya beliau tidak mengenal saya sama sekali. Pantas saja, waktu itu, dia terlihat bingung sekali memperhatikan orang-orang lain yang pada salaman dan senyum sama saya.
Saya mesti belajar lagi tentang Allah. Begitu Maha Kuasa dan Besarnya Allah sehingga bisa membuat seisi bumi-Nya, sebenarnya bisa mengenal-Nya. Ya, segitu Maha Segalanya Allah, tapi toh banyak juga manusia yang tidak mengenal-Nya. Padahal Allah sangup sekali membuat semua manusia sujud kepada-Nya. Tapi itu tidak dilakukan oleh Allah.
Alhamdulillah, akhirnya saya bertambah mengenal diri saya. Bahwa saya bukan siapa-siapa apalagi di hadapan Allah. Dan tidak apa juga, saya tidak dikenal di dunia ini asal yang punya dunia, yakni Allah, mengenal saya dan kita semua.
Saya sudah sombong, sedikit banyaknya, walau tidak dominin. Saya sudah merasa orang mengenal saya semua. Alhamdulillah, saya mendapat pelajaran kehidupan. Jujur, saya paling takut kalau sudah jadi orang sombong. Doain ya, saya tidak sombong. Sebab sombong itu Pakaian Allah. Sedangkan, Allah pun tidak memakainya. Jika, sedikit saja, kita “merasa”, maka bisa jadi kita udah ada bibit penyakit sombong. Sombong halus. Betapapun kelihatannya kita rendah hati. Sebab Allah tahu lipatan hati.
---------------------------------------------------------------------------------------
kunjungi juga di
Sumber :http://yusufmansur.com/tidak-boleh-sombong/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar